Setiap sel otak anak membutuhkan vitamin dan mineral untuk berfungsi dengan baik. Zat besi, misalnya, penting untuk mengalirkan oksigen ke otak dan mencegah kelelahan mental. Kekurangan zat besi bisa membuat anak sulit berkonsentrasi atau cepat merasa lelah. Sementara itu, seng (zinc) membantu pembentukan neurotransmitter yang memengaruhi daya ingat dan kemampuan belajar anak.
Vitamin B kompleks, terutama B6, B9, dan B12, berperan dalam menjaga sistem saraf agar tetap sehat. Asupan yang cukup dari kelompok vitamin ini dapat membantu anak berpikir lebih jernih dan memiliki suasana hati yang stabil. Selain itu, omega-3 dari ikan laut seperti salmon atau sarden juga berperan penting dalam meningkatkan komunikasi antar sel otak.
Pola makan seimbang yang mencakup semua vitamin dan mineral tersebut adalah kunci utama. Jika anak sulit makan sayur atau ikan, orang tua dapat mencoba mengolahnya menjadi bentuk menarik seperti sup warna-warni atau nugget ikan buatan sendiri. Dengan cara ini, anak tetap mendapatkan nutrisi lengkap tanpa merasa bosan atau dipaksa.

